UNIKA Repository

PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NO. 14 TAHUN 1992 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN MENGENAI PENGGUNAAN SABUK PENGAMAN BAGI PENGEMUDI DAN PENUMPANG KENDARAAN BERMOTOR RODA EMPAT ( DI WILAYAH KOTA SEMARANG )

Sukmawan, Bina Ari (2005) PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NO. 14 TAHUN 1992 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN MENGENAI PENGGUNAAN SABUK PENGAMAN BAGI PENGEMUDI DAN PENUMPANG KENDARAAN BERMOTOR RODA EMPAT ( DI WILAYAH KOTA SEMARANG ). Other thesis, Unika Soegijapranata.

[img]PDF
Restricted to Registered users only

679Kb

Abstract

Kewajiban penggunaan sabuk keselamatan sebenarnya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada Pasal 23 ayat (1) huruf e dan ayat (2), Pasal 61 ayat (2) , ayat (3) dan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi pada Pasal 70 huruf e, Pasal 76 ayat (1), ayat (2) dan Pasal 245 serta Pasal 2 Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 85 Tahun 2002 tentang Pemberlakuan Kewajiban Melengkapi dan Menggunakan Sabuk Keselamatan.Pokok masalahnya : masih kurangnya kesadaran masyarakat akan manfaat sabuk pengaman serta kurangnya mentalitas aparat Satlantas dalam melaksanakan penegakan hukum sosialisasi penggunaan sabuk pengaman. Berdasarkan kondisi demikian, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1992 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN MENGENAI PENGGUNAAN SABUK PENGAMAN BAGI PENGEMUDI DAN PENUMPANG KENDARAAN BERMOTOR RODA EMPAT ( DI WILAYAH KOTA SEMARANG). Berdasarkan kondisi tersebut, maka masalahnya : Bagaimanakah tahap-tahap pelaksanaan Undang - Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan berkaitan dengan sosialisasi penggunaan sabuk pengaman bagi pengemudi dan penumpang kendaraan bermotor roda empat, Bagaimanakah mekanisme penegakan hukum oleh Aparat Kepolisian Sat Lantas dalam pelaksanaan penggunaan sabuk pengaman bagi pengemudi dan penumpang kendaraan bermotor roda empat di lapangan, dan Kendala-kendala apa sajakah yang dihadapi oleh Aparat Kepolisian Sat Lantas dalam pelaksanaan sosialisasi dan penegakan hukum penggunaan sabuk pengaman bagi pengemudi dan penumpang kendaraan bermotor roda empat? Metode pendekatan yang digunakan adalah metode yuridis sosiologis yaitu “ penelitian terhadap data primer”, mengingat permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini terdapat kaitan antara faktor yuridis dengan faktor sosiologis. Dari bab sebelumnya tentang hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik Kesimpulan : Tahap Pelaksanaan UU No.14/1992 berkaitan dengan sosialisasi penggunaan sabuk keselamatan dibagi 2 : Tahap Kampanye dan Tahap penyusunan Laporan Hasil Sosialisasi Sabuk Keselamatan; Mekanisme penegakan hukum sosialisasi dan penggunaan sabuk keselamatan berupa teguran simpatik (lisan dan tertulis) , tahap penindakan dan denda (tilang); Kendala yang dihadapi Aparat Satlantas dalam sosialisasi dan penegakan hukum penggunaan sabuk keselamatan adalah : Kendala internal dari personil Satlantas itu sendiri dan Kendala Ekternal yakni masih kurangnya kesadaran masyarakat (pengemudi dan penumpang) kendaraan bermotor roda empat untuk menggunakan sabuk keselamatan saat berkendara di jalan.

Item Type:Thesis (Other)
Subjects:Social Sciences > Law > Private Law
Divisions:Faculty of Law
ID Code:7397
Deposited By:Mas dwik setya
Deposited On:16 May 2013 16:28
Last Modified:16 May 2013 16:28

Repository Staff Only: item control page