UNIKA Repository

KESADARAN MASYARAKAT DALAM MENGGUNAKAN JEMBATAN PENYEBERANGAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1992 PASAL 26 AYAT (1) TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DI KOTA SEMARANG

Indrianti, Rosika Sari (2005) KESADARAN MASYARAKAT DALAM MENGGUNAKAN JEMBATAN PENYEBERANGAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1992 PASAL 26 AYAT (1) TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DI KOTA SEMARANG. Other thesis, Unika Soegijapranata.

[img]PDF
Restricted to Registered users only

348Kb

Abstract

Jembatan penyeberangan dibangun berdasarkan kebutuhan terutama di kota-kota besar yang memiliki daerah-daerah padat lalu lintas, misalnya pasar, sekolah dan terminal, dengan adanya jembatan penyeberangan tersebut diharapkan adanya ketertiban dalam berlalu lintas dijalan raya. Keberadaan jembatan penyeberangan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kepadatan lalu lintas. Pada kenyataannya meskipun ada, jembatan penyeberangan tersebut tidak digunakan sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 1992 pasal 26 ayat (1). Pejalan kaki lebih suka menyeberang tanpa menggunakan jembatan penyeberangan hal ini mengakibatkan terganggunya kelancaran lalu lintas. Kurangnya kesadaran masyarakat di kota Semarang mengenai arti pentingnya menggunakan jembatan penyeberangan, maka penulis tertarik untuk mengangkatnya sebagai bahan penulisan skripsi Strata 1 (S1) dengan judul “Kesadaran Masyarakat Dalam Mengunakan Jembatan Penyeberangan Berdasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 1992 Pasal 26 Ayat (1) Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan Di Kota Semarang.” Dalam penelitian ini peneliti hanya meneliti 3 (tiga) jembatan penyeberangan di kota Semarang, yaitu Jembatan depan SMK Antonius, Jembatan Pasar Peterongan, Jembatan Pasar Karang Ayu. Sedangkan responden yang akan diwawancarai adalah sebanyak 15 (lima belas) orang, dimana tiap satu jembatan ada 5 (lima) responden yang akan diwawancarai. Pada tinjauan pustaka terdapat tahap-tahap kesadaran hukum selain itu juga terdapat teori ilmu ekonomi tentang pengambilan keputusan. Teori tersebut akan digunakan sebagai landasan penulisan skripsi ini. Dari hasil pengamatan dan penelitian, peneliti memperoleh jawaban dari kedua permasalahan yang akan dibahas dalam skripsin ini, hasil penelitian dan pengamatan ini dapat penulis simpulkan sebagai berikut : Berdasarkan tabel dan hasil wawancara dengan responden menyatakan bahwa tingkat kesadaran masyarakat dalam menggunakan jembatan penyeberangan di kota Semarang adalah Law Awareness yang mempunyai arti bahwa kesadaran tentang adanya suatu peraturan hukum secara awam. Faktor yang mempengaruhi tingkat kesadaran masyarakat dalam menggunakan jembatan penyeberangan di kota Semarang adalah faktor kenyamanan, faktor prilaku, serta faktor pengambilan keputusan dari ilmu ekonomi. Jadi keengganan masyarakat dalam menggunakan jembatan penyeberangan, karena kondisi jembatan penyeberangan yang sudah rusak dan tidak adanya sanksi yang tegas bagi pejalan kaki yang tidak menggunakan jembatan penyeberangan. Oleh karena itu peran pemerintah dalam memperbaiki fasilitas publik serta adanya penerapan sanksi terhadap pejalan kaki yang tidak menggunakan jembatan penyeberangan sangat diperlukan agar dapat tercipta kelancaran dan keselamatan lalu lintas.

Item Type:Thesis (Other)
Subjects:Social Sciences > Law
Divisions:Faculty of Law
ID Code:6968
Deposited By:Mas dwik setya
Deposited On:13 May 2013 15:14
Last Modified:13 May 2013 15:14

Repository Staff Only: item control page