UNIKA Repository

PERANAN POLISI PERAIRAN DALAM MENANGANI KASUS TINDAK PIDANA PENCURIAN KAYU DI WILAYAH PENGADILAN NEGERI SEMARANG

SILALAHI, ARDIANUS M. (2007) PERANAN POLISI PERAIRAN DALAM MENANGANI KASUS TINDAK PIDANA PENCURIAN KAYU DI WILAYAH PENGADILAN NEGERI SEMARANG. Other thesis, UNIKA SOEGIJAPRANATA.

[img]PDF
Restricted to Registered users only

621Kb

Abstract

Pencurian kayu (illegal logging) merupakan persoalan utama yang sedang di hadapi sektor kehutanan Indonesia saat ini. Persoalan ini mengakibatkan sangat buruknya iklim usaha di sektor kehutanan nasional. Bila tidak segera memperoleh penanganan yang serius tepat dan cepat akan mengancam kelestarian fungsi ekologis hutan, serta peran sosial ekonominnya. Beragam upaya telah dilakukan pemerintah untuk mencengah dan memberantas praktak illegal logging ini, namun sayang sampai saat ini belum memberikan hasil yang optimal. Terbukti masih berlangsungnya praktek illegal logging dan penyeludupan kayu dilapangan, bahkan praktek tersebut terkesan dilakukan secara vulgar dan terang-terangan.Bertolak dari kondisi tersebut maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul : PERANAN POLISI PERAIRAN DALAM MENANGANI KASUS TINDAK PIDANA PENCURIAN KAYU DI WILAYAH PENGADILAN NEGERI SEMARANG. Permasalahannya adalah bagaiamana peranan polisi perairan dalam menangani kasus tindak pidana pencurian kayu di wilayah pengadilan negeri Semarang dan bagaiamana mekanisme kerja polisi perairan dalam menangani kasus tindak pidana pencurian kayu tersebut serta apa hambatan-hambatan polisi perairan dalam menangani kasus tindak pidana pencurian kayu yang terjadi di wilayah pengadilan negeri Semarang. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yaitu yang bertolak pada usaha penemuan asas-asas hukum, konsepsi hukum dan peraturan perundang-undangan yang berkaitaan dengan usaha untuk menjawab pokok permasalahan yang diteliti selanjutnya diuraikan dalam bentuk deskripsi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa Peranan Polisi Perairan Dalam menangani Kasus Tindak Pidana Pencurian Kayu di Wilayah Pengadilan Negeri Semarang berdasarkan surat keputusan Kapolri No. Pol.Skep/54/X/2002 tentang organisasi dan tata kerja satuan organisasi Direktorat polisi perairan, meliputi pemberantasan illegal logging, melakukan koordinasi antar instansi terkait khususnya Departemen kehutanan wilayah Jawa Tengah serta menyelenggarakan patroli perairan untuk mencengah praktek illegal logging yang menggunakan jalur transportasi perairan laut Semarang, sehingga mempersempit ruang gerak pelaku illegal logging. Sedangkan mekanisme kerja polisi perairan dalam menangani kasus illegal logging tersebut berdasarkan surat keputusan Kapolri No. Pol. Skep/1205/X/2000 tentang petunjuk proses tindak penyidikan tindak pidana, melalui beberapa proses diantaranya melakukan pemeriksaan dokumen muatan kapal, pengamanan tindak pertama di TKP, mengambil sidik jari dan identitas pelaku, mencari keterangan dan barang bukti serta melakukan penangkapan, penahanan dan penyitaan. Adapun hambatan – hambatan polisi perairan dalam menangani kasus illegal logging tersebut antara lain, objek penegak hukum sulit ditembus hukum, lemahnya koordinasi antar penegak hukum, masalah pembuktian yang berbelit -belit, rumusan sanksi pidana kurang jelas, pelaku tindak pidana, keterbatasan dana dan kurangnya sarana dan prasarana.

Item Type:Thesis (Other)
Subjects:Social Sciences > Law > Criminal Law
Divisions:Faculty of Law
ID Code:6812
Deposited By:Mas Teguh M
Deposited On:08 May 2013 14:54
Last Modified:08 May 2013 14:54

Repository Staff Only: item control page