UNIKA Repository

PENDAFTARAN TANAH BEKAS YASAN SECARA SPORADIK DI KOTA SEMARANG ( STUDI KASUS DI KELURAHAN GAYAMSARI, KECAMATAN GAYAMSARI )

Indrodewo, Bram Wijoyo Kusumo (2006) PENDAFTARAN TANAH BEKAS YASAN SECARA SPORADIK DI KOTA SEMARANG ( STUDI KASUS DI KELURAHAN GAYAMSARI, KECAMATAN GAYAMSARI ). Other thesis, UNIKA SOEGIJAPRANATA.

[img]PDF
Restricted to Registered users only

1203Kb

Abstract

Hak Atas Tanah bekas Yasan atau Hak Milik Adat adalah hak atas tanah yang diatur menurut hukum adat yang memberi wewenang kepada pemiliknya untuk memanfaatkan dan melakukan perbuatan hukum atas tanah yang bersangkutan. Oleh karena itu subjek hak, yang dapat menjadi pemilik tanah hak milik adat adalah orang Bumi Putera atau orang Indonesia asli. Studi ini meneliti tentang: 1. Aturan-aturan hukum mana sajakah yang mengatur tentang pendaftaran tanah bekas yasan ? 2. bagaimanakah prosedur dan praktek pelaksanaan pendaftaran tanah bekas yasan ? 3. hambatan-hambatan apa sajakah yang terjadi dan bagaimana solusi pemecahannya ? Penelitian ini mengambil metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis-sosiologis. Metode yuridis dalam penelitian ini dimaksudkan bahwa penelitian ini ditinjau dari sudut ilmu hukum agraria dan peraturan–peraturan tertulis sebagai data sekunder. Pendekatan sosiologis digunakan karena dalam penelitian ini data diperoleh secara langsung dari obyek yang diteliti yaitu Kantor Pertanahan Kota Semarang, Kantor kelurahan gayamsari dan 8 orang dari masyarakat yang tinggal di Kelurahan gayamsari. Spesifikasi penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk melukiskan kenyataan-kenyataan yang ada melalui deskripsi tentang obyek permasalahan. Permohonan sertifikat bekas yasan di Kelurahan Gayamsari, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang dilakukan secara individual. Pelaksanaan pendaftaran tanah hak milik adat atau tanah bekas yasan dapat berupa pendaftaran dengan Penegasan Konversi Tanah Bekas Yasan dan Pendaftaran Tanah dengan Pengakuan Hak Tanah Bekas Yasan. Permohonan sertifikat dengan alat bukti berupa girik/petuk pajak bumi yang mencantumkan nama yang berbeda dapat dilakukan, dimana hal tersebut dapat terjadi karena mutasi atau peralihan hak seperti jual beli, waris dan hibah.. Hambatan dalam pelaksanaan pendaftaran tanah bekas yasan adalah pada apabila surat verponding (VI) pada penegasan konversi yang nomor VI nya diketahui oleh pemegang hak dan letter C / letter D pada pengakuan hak dimana kutipan yang ada di Kelurahan hilang, tidak setiap pemohon yang mengurus sertipikat mengetahui tentang prosedur pengurusan sehingga warga masyarakat menganggap prosedur pensertipikatan rumit dan waktu lama serta biaya mahal, tidak lengkapnya surat–surat yang dibutuhkan, adanya keberatan yang diajukan pihak lain baik mengenai data fisik maupun yuridis, adanya pemohon yang enggan mengurus permohonannya sendiri dan lebih memilih pihak ke 3 sebagai perantara dalam pengurusan sertipikat tentunya hal ini menyebabkan biaya menjadi lebih mahal, adanya penungggakan sertipikat karena adanya transaksi jual beli dimana terdapat pihak yang belum membayar BPHTB.

Item Type:Thesis (Other)
Subjects:Social Sciences > Law > Private Law
Divisions:Faculty of Law
ID Code:6807
Deposited By:Mas Teguh M
Deposited On:08 May 2013 14:54
Last Modified:08 May 2013 14:54

Repository Staff Only: item control page